KAI Daop 1 Jakarta dan Pemkot Cilegon Bahas Penanganan Banjir di Sekitar Jalur Rel

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta bersama Pemerintah Kota Cilegon menggelar rapat koordinasi penanganan banjir yang berdampak pada kawasan permukiman dan prasarana perkeretaapian di wilayah Cilegon.

Koordinasi tersebut membahas sejumlah titik rawan genangan yang beririsan langsung dengan prasarana perkeretaapian, khususnya di lintasan antara Stasiun Cigading hingga Stasiun Krenceng.

Kegiatan tersebut dihadiri Deputy Daop 1 Jakarta Deddy Hendrady beserta jajaran. Dari Pemerintah Kota Cilegon hadir Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Kepala Dinas PUPR Kota Cilegon Dendi Rudiatna, Kepala DPMPTSP Hayati Nufus, Kabid PSDAAMP Dinas PUPR Kota Cilegon Edi Helfinadi, serta unsur terkait lainnya.

Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyampaikan terdapat 13 titik yang beririsan dengan aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan di sekitar jalur rel antara Stasiun Cigading dan Stasiun Krenceng. Pemerintah Kota Cilegon mengajukan rencana peningkatan kapasitas gorong-gorong di sekitar jalur rel untuk memperlancar aliran air.

Selain itu, Pemkot Cilegon juga menyampaikan rencana penggunaan alat berat berupa excavator yang akan melintasi jalur rel untuk mendukung pekerjaan penanganan banjir, sehingga diperlukan pengaturan teknis dan operasional.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan setiap pekerjaan yang beririsan langsung dengan jalur dan prasarana kereta api harus melalui kajian teknis, prosedur perizinan, serta pengaturan operasional.

“Keselamatan perjalanan kereta api dan keandalan prasarana menjadi prioritas dalam setiap rencana pekerjaan,” ujar Franoto.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES