Transformasi Inspeksi Aset Migas Menggunakan Drone Thermal

Inspeksi aset di sektor minyak dan gas menuntut tingkat ketelitian dan keselamatan yang tinggi, terutama pada fasilitas dengan potensi risiko operasional.

Pemantauan suhu menjadi salah satu aspek penting untuk mengidentifikasi indikasi awal gangguan teknis sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Pemanfaatan drone thermal memungkinkan proses inspeksi dilakukan secara lebih aman dan akurat dengan mendeteksi perbedaan suhu dari udara. Pendekatan ini membantu tim inspeksi memperoleh gambaran kondisi aset tanpa perlu melakukan kontak langsung atau menggunakan metode kerja berisiko tinggi.drone therma

“Pemantauan anomali suhu menggunakan drone seperti DJI M400 dengan sensor thermal Zenmuse H30T membantu tim inspeksi melihat potensi masalah lebih awal, sekaligus mengurangi eksposur risiko di lapangan,” ujar Halo Robotics, distributor DJI Enterprise di Indonesia.

Teknologi drone thermal mendukung pengambilan data visual dan termal secara bersamaan, sehingga kondisi aset dapat dianalisis secara lebih menyeluruh dalam satu kegiatan inspeksi. Sensor thermal beresolusi tinggi memungkinkan identifikasi hotspot dilakukan dengan lebih cepat dan detail, termasuk pada area yang sulit dijangkau.

Kemampuan pengamatan jarak jauh juga membantu inspeksi dilakukan dari posisi yang lebih aman, tanpa ketergantungan pada metode konvensional seperti penggunaan scaffolding atau rope access yang umumnya memerlukan waktu lebih lama dan memiliki risiko keselamatan lebih tinggi. Selain itu, data visual dan thermal dapat diakses secara real-time, sehingga analisis awal dapat dilakukan langsung di lapangan.

Pemanfaatan drone thermal mencerminkan arah transformasi inspeksi aset migas menuju pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis data. Dengan dukungan teknologi ini, perusahaan migas dapat meningkatkan efisiensi inspeksi, menjaga keselamatan kerja, serta mendukung keandalan operasional aset secara berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES